Kuda Besi Sarana Aktivitas Kerja setiap hari yang selalu setia mengantarkan pemiliknya kemanapun tujuannya. Hingar bingar suara knalpot kendaran yang dipacu dengan kuatan gas yang penuh untuk sampai di tempat tujuan, kemacetan jalan yang mendominasi jalan searah bahkan sudah menjadi dua arah sebaliknya sudah menjadikan pemandangan sehari-hari.
Jalur yang ditempuh untuk nencapai dua tempat pembuatan atau tempat penerbitan sertifikat (Dirktorat Standardisasi Perangkat Tekomunikasi Postel) dan tempat pengujian perangkat (BBPPT) merupakan tugas dalam melaksanakan jasa kepengurusan sertifikasi perangkat, tentunya tidak selalu lancar manun ada kalanya mengalami ritangan yang berkitan dengan kuda besi.
Kuda besi sebagai saran aktivitas kerja mencapai tujuan aktivitas kerja dan juga tempat kunjungan kerja pernah dua kali mengalami pecah ban, awalnya hanya tiba-tiba hanya kempes ban, setelah diperiksa tidak memungkinkan untuk diteruskan lalu didorang mencari tambal ban yang terdekat. setelah diperiksa tukang tambal ban ternyata ban pecah dengan bekas tusukan besi menyongkel ban yang digunakan, jadi mau tak mau barus ganti ban yang baru. Setelah nego harga, harga dua kali lipat dengan harga normal dengan kwalitas yang rendah. Dengan terpakasa dibayar juga tidak ada pilihan sih….
Dari kisah ini dapat diambil hikmahnya bila pada saat dijalan ban kuda besi kita kempes, lebih baik didorong aja sampai ketempat tambal ban dan jangan langsung ditambal atau dibuka, TIP”S menurut saya lebih baik dipompa dulu untuk memastikan ban kita bocor atau pecah. jika pecah pasti tidak ada angin yang masuk keban, tapi hanya bocor masih ada angin yang masuk ke ban baru setelah itu kita minta untuk ditambal. biasanya setelah dibuka ban dalam kuda besi kita robek/pecah karena alat yang digunakan untuk nencongkel ban umum atau sengaja di bikin runcing….. semoga bermanfaat dan mungkin ada dari pembaca yang dapat memberikan masukan/tips untuk…berbagi pengalaman….
