Sistem operasi Android bakal terus menebar ancaman bagi platform OS lain, khususnya bagi pasar ponsel cerdas di Amerika Serikat, menurut informasi yang diterima Kanghari melalui sumber media massa. Buktinya, menurut data yang dikeluarkan ComScore, Android melakukan lompatan di bulan Mei. Menurut ComScore, OS Google tersebut tumbuh sampai 13 persen dari hanya 9 persen pada Februari.
Sementara itu menurut Indonesia Type Approval bahwa Research In Motion dengan BlackBerry beringsut turun menjadi 41,7 persen dari 42,1 persen dan Apple iPhone nyaris kehilangan pangsa pasar, walaupun berakhir pada angka 24,4 persen. Microsoft jelas anjlok ke tempat ketiga dengan presentase 13, 2 persen, dan diprediksi tak lama lagi Android siap menggeser Windows Mobile. Strategi Google untuk memungkinkan beberapa handset menggunakan versi Android menurut analis ComScore Mark Donovan sangatlah tepat untuk memenangkan persaingan.
Saya tidak melihat tanda-tanda bahwa momentum Android sedang melambat, kata Donovan, seperti yang dikutip TG Daily, Jumat (9/7/2010). Sementara itu menurut informasi yang diterima Kepengurusan Sertifikat Postel bahwa vendor yang memanfaatkan popularitas Android yang sedang tumbuh adalah Samsung Electronics, yang telah memperkenalkan beberapa handset berbasis Android di AS. Antara Februari dan Maret, Samsung bangkit dari posisi ketiga ke tempat pertama di antara para pembuat ponsel. Pada bulan Mei, 22,4 persen dari pelanggan ponsel di AS menggunakan Samsung, naik dari 21,4 persen pada Februari.
Konsumen banyak yang menggunakan ponsel Samsung karena handset yang ditawarkan vendor tersebut sangat mumpuni tapi dengan harga yang tergolong murah, kata Donovan. Data ini diambil oleh ComScore berdasarkan survei bulanan yang melibatkan 10.000 hingga 12.000 pengguna ponsel AS yang berusia 13 tahun. Menurut informasi yang diterima Jasa Sertifikasi Postel bahwa saat ini ada 234 juta lebih warga Amerika yang menggunakan ponsel.
