Budiman Pasaribu, Kepala Sub Direktorat Pemulangan TKI Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menerangkan pihaknya tidak pernah melarang keluarga almarhumah Tarlem binti Unus Tajeum untuk melakukan otopsi atas jenasah TKI yang meninggal di Amman, Yordania. Ia membantah, jika ada orang utusan BNP2TKI yang pernah mendatangi keluarga untuk meminta keluarga melakukan otopsi.

Kita hanya beri gambaran, kalau otopsi prosesnya panjang, proses hukumnya harus keluar negeri. Kami tidak ingin menyusahkan keluarga,” bantah Budiman saat dimintai konfirmasi di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Minggu kemarin.
Sebelumnya di tempat yang sama, Elly Anita, staf Migrant Care yang mendampingi keluarga almarhumah menjelaskan, pada bulan Desember 2011, ada seorang utusan BNP2TKI yang mendatangi kediaman keluarga Awes untuk menginformasikan kematian Tarlem. “Namanya Budi. Dia berpesan, nanti kalau jenasah sudah tiba jangan diotopsi,” ungkap Elly.
Saat dimintai konfirmasi mengenai informasi tersebut, Budiman mengaku tidak pernah melarang pihak keluarga. Ia menjelaskan, pihaknya memang bertugas untuk mencari alamat keluarga TKI yang meninggal. Setelah ditemukan, pihaknya akan mengontak keluarga untuk menjelaskan informasi yang diterima dari Kemenlu.
